Home »

 
 

Colocation Server

 

ICT Center News

Dengan hormat, Kami telah memigrasikan layanan email IBI Darmajaya dari mail server zimbra IBI Darma [selengkapnya]

Hari ini 11 November 2015 , website utama IBI Darmajaya yang beralamat di www.darmajaya.ac.id , yang [selengkapnya]

pada tanggal 14 Oktober 2015 , Server Cache mengalami kendala pada storage no 2 , sehingga sedikit k [selengkapnya]

Colocation server adalah adalah server yang dititipkan ke suatu tempat yang aman untuk menyimpan server yang memiliki standar dan keamanan penyimpanan server yang memadai. Biasanya tempat untuk menyimpan server tersebut bernama data center atau colocation. Alasan menyimpan server di data center adalah untuk menghindari berbagai hal yang mungkin akan menjadi penghambat dan penghalang eksistensi data yang tersimpan dalam sever akibat dari tidak stabilnya arus listrik yang menyuplai server, kurang stabilnya akses internet serta keamanan yang tinggi.

Perbedaan lainnya biasanya dedicated server merupakan sebuah server yang dibeli dengan menyewa hardware atau server khusus untuk kita sendiri sehingga tidak di-shared dengan penyewa orang lain, dalam paket yang disewa tertera juga bandwitdh serta pilihan apakah akan menyewa staff tempat kita menyewa server atau kita manage semuanya sendiri .

Sementara co-location server kita yang membeli sendiri, firewall, switch, setting dan instal pun sendiri. Lalu juga memperkerjakan teknisi dan ahli server dalam memelihara server yang di miliki. Pembelian semua peralatan yang dibutuhkan dalam Colocation server tidaklah murah karena perusahaan besar tidak akan bertaruh dengan kualitas yang rendah untuk menopang bisnis perusahaan yang besar.

Sistem colocation kita membeli sendiri hardwarenya kemudian dikirim ke data center untuk difungsikan sebagai server sedangkan pada dedicated server kita hanya membayar sewa hardware, koneksi internet dan support dari penyedia hosting.

Colocation server cocok untuk sebuah perusahaan yang memiliki dana serta modal yang cukup dengan ditopang oleh sumberdaya yang akan menopang server dalam jangka waktu yang panjang. Maka wajar jika akhirnya hanya perusahaan besar dan bermodal tebal saja yang menyewa layanan ini atau jikapun ada perusahaan di luar itu mereka memiliki keyakinan dan analisis yang sudah mendalam mengenai keuntungan yang akan di dapatkan dari co-location server nanti sehingga tidak membebani modal serta sdm yang mereka keluarkan.